Terbang Dengan Tenaga Air
JetLev-Flyer adalah jetpack bertenaga 215 HP yang bekerja dengan menyemburkan air ke bawah melalui mulut-mulut pipa semprot dengan tekanan tinggi sehingga bisa menerbangkan pemakainya dengan kokoh dan terkontrol. Penggunanya dapat terbang angkasa hingga ketinggian 30 kaki dan top speed 64 km/jam. Model penerusnya bahkan sanggup terbang hingga 50 kaki pada kecepatan 80 km/jam. Iiii...ha!
JetLev-Flyer sanggup bermanuver dengan mudah, mampu berbelok-belok saat take-off, terbang, melayang-layang, dan mendarat. Sanggup terbang selama 2 jam bahkan hingga 5 jam dengan jarak jelajah 300 km. Uniknya adalah mesin ini didorong dengan tenaga air melalui selang karet oleh mesin 4 tak yang mirip dengan mesin kapal boat yang dipasang di punggung.
Sisi positif dari mesin ini adalah terbangnya yang jauh lebih lama dari jetpacks biasa. Ini terutama karena JetLev-Flyer terbang di atas sumber bahan bakarnya. Mesin ini menyedot air dari danau atau laut di bawahnya dan bukannya membawa serta bahan bakar dan mesinnya ke udara.
Memang selang karet kuningnya agak sedikit mengganggu, karena berarti akan menahan penggunanya dan secara teknis bersentuhan dengan permukaan air. Tapi karena benda ini membawa kita ke udara, anggap saja sebagai jaring penyelamatnya. Tentu saja kebanting di air pada kecepatan tinggi sangat menyakitkan, tapi pembuatnya meyakinkan bahwa alat ini mudah digunakan dan lebih aman ketimbang main ski air atau parasailing. Di Bali atau Ancol udah ada belum ya...
Google Mampu Rusak Otak
"Fungsi utama dari search-engine adalah untuk menyediakan kepada kita informasi instan, yang berarti orang-orang dapat kehilangan kapasitas untuk menyimpan informasi," ujar Nicolas Carr, penulis dari buku 'The Shallows: What the internet is Doing to Our Brains', seperti yang dikutip dari Telegraph, Rabu (15/9/2010).
Nicolas Carr, berargumentasi bahwa untuk mengembangkan konsentrasi untuk manusia, seharusnya situs seperti Google harus dibuat lebih sulit untuk digunakan, sebuah teori yang berlawanan dengan para pembuat software yang bersaing untuk membuat program mereka menjadi lebih mudah. Komentar dari Carr tersebut dilontarkan tidak lama setelah Google meluncurkan Google Instant.
"Di banyak cara, saya sangat mengagumi Google, tapi saya berpikir bahwa mereka memiliki pandangan yang berbeda mengenai cara bagaimana kita harus menggunakan pikiran kita," ujar Carr.
Sementara itu juru bicara dari pihak Google berkata bahwa pencarian di internet sekarang sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Pengguna internet ingin menemukan jawaban yang cepat atas pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Semakin cepat kita bisa mencarikan informasi yang masyarakat inginkan, semakin banyak waktu pula yang mereka bisa lakukan untuk hal lain. Yang ada di pikiran kita, kami akan terus berusaha untuk membuat hidup dari para pengguna menjadi lebih mudah, dengan membuat search-engine kami lebih cepat dan mendapat hasil relevan dari yang dicari oleh para pengguna," tambah pihak Google.
Google akui kesalahan - bayar 9 Ribu rupiah
Street View (Ist)
Ya, Google telah setuju untuk membayar uang sebesar USD 1 kepada pasangan tersebut. Raksasa internet itu mengakui kesalahannya karena telah melakukan pelanggaran terhadap properti mereka saat mengambil foto untuk layanan pemetaan online Street View.
Memang memakan waktu lama bagi Aaron dan Christine Boring, pasangan suami istri tersebut, untuk membuat Google 'bertekuk lutut' kepada mereka. Bayangkan saja, tuntutan ini diajukan sejak 2008.
Dilansir AFP dan dikutip detikINET, Jumat (03/12/2010), mereka mengaku tidak mencari keuntungan dari kasus ini, melainkan hanya ingin pengakuan Google bahwa mobil Street Viewnya telah mengabaikan peringatan 'Private Road No Trespassing' saat mengambil gambar rumah mereka.
Akhirnya, Google mengakui pelanggaran yang dilakukannya dan setuju untuk membayar ganti rugi kepada pasangan Borings sebesar USD 1, sesuai dengan yang diperintahkan hakim pengadilan Cathy Bissoon.
"Ini adalah nilai uang yang sangat manis untuk sebuah pembenaran," kata pasangan suami istri Borings dalam pernyataan yang dirilis pengacara mereka Gregg Zegarelli.
"Google bisa saja hanya mengirim surat permohonan maaf di awal kasus ini, namun kami memilih untuk coba membuktikan bahwa mereka telah memasuki wilayah yang menjadi hak kami. Kami senang mereka akhirnya menyerah," tambahnya.
Street View yang telah tersedia di 20 negara, memungkinkan pengguna seolah berjalan menyusuri kota-kota dimana saja melalui foto yang dipublikasikan di layanan pemetaan tersebut. Adapun foto-foto yang dipublikasikan, diambil menggunakan mobil berkamera khusus milik Google yang berkeliling di jalan.
Layanan ini memang telah memicu sejumlah masalah privasi. Bahkan di beberapa negara, Google mendapat protes keras atas operasional Street View. Seperti contoh di Jerman, Oktober silam hampir seperempat juta penduduk negeri kanselir itu meminta Google memburamkan foto rumah mereka.
SIM CARD buat Facebook an
Nah, untuk memudahkan akses Facebook melalui SMS, kini sudah tersedia kartu SIM khusus. Facebook dan Gemalto, produsen cip terkemuka dari Belanda, telah mengembangkan kartu SIM yang sudah tertanam aplikasi Facebook. Dengan kartu tersebut, pengguna bisa lebih mudah mengakses fitur-fitur Facebook.
"Gemalto telah mengembangkan solusi kreatif untuk Facebook di SIM sehingga pengguna tanpa akses data tetap dapat terhubung ke teman-teman di Facebook dengan cara yang terjangkau," kata Henri Moissinac, Head of Mobile Business Facebook. Kartu SIM yang unik tersebut dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2011 (MWC 2011) yang digelar 14-17 Februari 2011 di Barcelona, Spanyol.
Kartu SIM khusus Facebook ini melengkapi terobosan sebelumnya yang dilakukan Facebook untuk memudahkan pengguna terhubung tanpa tergantung jenis handset. Pada akhir Januari lalu, Facebook meluncurkan aplikasi untuk ponsel kelas menengah ke bawah. Aplikasi yang dikembangkan bersama Snaptu itu menyediakan navigasi yang mudah di 2.500 model ponsel dari Nokia, Sony Ericsson, LG, dan lainnya.
Facebook menggandeng operator di berbagai negara untuk menyediakan akses ke aplikasi tersebut secara cuma-cuma. Penggunanya akan bebas membayar biaya langganan selama 90 hari untuk menikmatinya seperti waktu Facebook meluncurkan situs mobile 0.facebook.com.
Laptop Buat Para Gamers
Umumnya notebook tidak dikhususkan untuk bermain game. Banyak orang lebih suka menggunakan PC untuk aktivitas yang perlu dukungan layar besar dan tajam serta audio yang dahsyat. Namun vendor komputer asal Amerika Serikat, Dell berusaha mengubah paradigma itu dengan menghadirkan laptop gaming.
Jumat (8/1/2010) Dell menghadirkan Alienware M15x dan M17x, sebuah laptop yang dikhususkan bagi para hardcore gamers. Alienware M17x dilengkapi graphics processing units Dual NVIDIA GeForce GTX 280M 1GB, dilengkapi teknologi SLI, memori 8GB DDR3 1333MHz serta layar dan keyboard yang didesain untuk kenyamanan bermain game. Sedangkan spesifikasi Alienware M15x berada di bawahnya.
Alienware M17x dijual mulai 3.299 dollar AS dan Alienware M15x 2.299 dollar ASAntivirus Buatan Lokal Lebih Ampuh Berantas Virus Lokal
Beberapa antivirus komputer buatan lokal semakin diminati masyarakat karena dianggap lebih ampuh membasmi virus-virus lokal. Apalagi program dan update antivirus lokal, sama seperti antivirus buatan negara lain, bisa diunduh gratis di internet.
"Sejauh pengamatan saya, pengguna antivirus lokal semakin banyak. Ada dua motivasinya, yakni coba-coba atau sudah tidak percaya dengan antivirus buatan luar," kata pengamat teknlogi informasi di Yogyakarta Wing Wahyu Winarno, Selasa (12/1/2010).
Sudah puluhan bahkan ratusan antivirus bisa diunduh gratis lewat internet. Namun menurut Wing, berdasarkan pengalaman beberapa teman, hanya beberapa saja yang pada akhirnya benar-benar ampuh membasmi virus komputer lokal maupun virus luar.
Ia sendiri menggunakan antivirus lokal di salah satu komputernya, setengah tahun lalu. Antivirus lokal yang digunakannya itu cukup ampuh menyaring virus lokal. Wing menyebut, virus lokal sama berbahayanya dengan virus luar, bahkan kadang lebih hebat.
Secara terpisah, Atthur Shadewa (Aat), pembuat Wedash Antivirus (WAV), dan juga pendiri komunitas Virologi di Yogyakarta yang terbentuk sejak 2006 dan berkutat seputar urusan pencegahan virus-berani menyebut antivirus lokal lebih ampuh ketimbang antivirus luar.
"Antivirus lokal lebih cepat mendata virus-virus lokal yang baru sekaligus membuat update program, ketimbang antivirus luar," ujar Aat, sembari mengklaim bahwa WAV yang dirilis sejak akhir 2005 lalu ini, sudah digunakan 5.000-an pengguna komputer.
Selain WAV, beberapa antivirus (AV) lokal yang dikenal luas adalah Smadav, PCmav, riesha AV. Kehandalan tiap antivirus, menurut Wing, sebenarnya menarik untuk dikaji. Namun memang belum pernah ada lembaga atau pihak yang melakukannya.
Netbook Baru Elevo Cuma Rp 2 Juta
Turunnya harga komputer merupakan salah satu efek perdagangan bebas yang bisa dinikmati konsumen. Sebuah produsen komputer lokal PT Elevo Technologies Indonesia (ETI) pun memelopori netbook murah dengan harga tak sampai Rp 2 juta.
Produk dimaksud adalah tipe Elevo Mantis A10116 dengan layar 10 inci yang dibanderol seharga Rp 1.988.000 tanpa syarat dan ketentuan. Spesifikasi utamanya menggunakan prosesor Intel Atom N270 (1.66Ghz, FSB 667 Mhz, L2 Cache 512K), Mobile Intel Graphic Media Accelerator 950 Chipset, WLAN b.g wireless adapter, 1.3 MP CMOS camera.
Tak hanya itu, produk ini pun dilengkapi dengan 160 GB SATA Hard Disk, memori 1 GB DDR2, 10/100 Mbps Ethernet, Full glossy cover, bergaransi resmi PT ETI 12 bulan suku cadang dan servis. Tersedia dalam warna hitam glossy dan putih glossy.
Selain itu PT ETI juga mengeluarkan optical mouse Elevo hanya seharga Rp 8.800. Pemesanan netbook maupun optical mouse ini bisa dilakukan di semua toko rekanan Elevo atau bisa telepon langsung ke Pusat Layanan Elevo. Lebih jelas mengenai produk ini bisa dilihat di www.elevo.co.id.
Kabupaten Kendal Rilis OS Lokal
Hari Minggu lalu (10/1/2010), kabupaten Kendal akan meluncurkan sistem operasinya sendiri, distro lokal. Begitu informasi yang kami terima di sebuah milis. Nama sistem operasi itu adalah KGOS, alias Kendal Goes Open Source. Sistem operasi berukuran sekitar 2GB ini dikemas dalam sebuah DVD dan ditujukan untuk masyarakat Kendal.
Besar? Ya, karena sistem operasi ini sudah disertai beberapa aplikasi. Aplikasi-aplikasi penyerta ini cukup lengkap, terdiri dari aplikasi perkantoran Open Office 3.1.1, GIMP, Inkscape, Scribus, Blender (pengolah foto, desain vektor, desktop publishing), music player Audacious2, video player VLC Media Player, aplikasi pemercantik desktop Compiz, Emerald, AWN Manager, Screenlets Start-Up Manager, browser Firefox, Chromium, aplikasi chatting Kopete, aplikasi webcam Cheese Webcam Booth, dan aplikasi FTP Filezilla, serta emulator Windows Wine. Sedangkan aplikasi untuk pendidikan , terbundellah Childsplay, TuxPaint, Kalgebra, Kalzium, Marble, Stellarium.
Mirip Ubuntu? Memang. Sebab KGOS sebenarnya bukanlah benar-benar baru. KGOS, begitu tertulis dalam siaran persnya, dirancang ulang (remastering) dari sistem operasi Linux distro Ubuntu 9.10. Alhasil, software yang menyertai KGOS pun identik dengan bawaan Ubuntu 9.10.
Nah, upaya masyarakat Kendal untuk menggunakan dan menyebarkan sistem operasi dan software yang legal ini patut dihargai dan ditiru. Yang juga membanggakan, KGOS berasal dari tim pengembang open source di SMA Muhammadiyah 1 Weleri. Sekolah ini sejak Agustus lalu memang telah memigrasikan semua software komputer dan laptopnya ke open source, serta mengadopsi sistem operasi Sabily hasil remastering dari Ubuntu 9.04. Melalui Sabily, sekolah ini bisa menghemat Rp 300 juta untuk pembelian software.
sumber : kompas.com