Showing posts with label kimia. Show all posts
Showing posts with label kimia. Show all posts

Gambar Bahan Kimia

Lihat gambar alat kimia yang lebih lengkap disini:





KBZ.02
AgNO3 0.1 M
Tingkatan untuk siswa (teknis). 0.1 M. per botol 200 ml.
Kegunaan
Bahan percobaan
KBZ.02

Gambar Alat kimia ( part 2 )

Berikut adalah gambar Alat Kimia .
Ini adalah lanjutan dari artikel gambar alat kimia sebelumnya. saya membagi dua karena masalah kenyamanan  visitor agar loading tidak terlalu lama.



 
KU.03
Klem universal
Satu baud pengencang jepitan, ukuran panjang sekitar 15 cm, bukaan rahang dapat menggenggam beker 50 ml.
Kegunaan
Untuk menjepit erlenmeyer dan lain-lain.
KU.03

Materi MID semester Kimia Dasar




Mahasiswa angkatan 2010 yang memiliki mata kuliah Praktikum kimia dasar pada Universitas sriwijaya terhitung minggu depan akan melaksanakan MID semester, berikut materi materi sebagai bahan ajar pribadi.





Materi umum :
1. Alat alat yang pernah digunakan beserta fungsinya

klik disini untuk melihat nama2 alat kimia secara umum : klik here dan disini ( fungsi sesuai kan dengan praktikum dan penjelasan asisten)

2. Istilah istilah umum

a. Titrasi : Pengukuran Volume titran untuk bereaksi dengan analit hingga mencapai titik equivalen tertentu, titik equivalen ditandai dengan perubahan warna analit menjadi kemerah mudaan, hal tersebut karena ditambahkanya indikator PP(C20H14O4;phnolptalin)

b. Pengenceran : Penambahan aquadest terhadap suatu larutan dengan tujuan untuk menurunkan konsentrasi larutan tersebut

Rumus Pengencera : M1 V1 = M2 V2

c. penyaringan :Filtrasi adalah cara memisahkan zat cair, zat padat yang terdapat dalam campuran heterogen.

Hasil filtrasi adalah zat padat yang disebut residen/residu dan zat cair disebut filtrat.

Contoh : 1. Memisahkan santan kelapa dengan ampas menggunakan filter (saringan ) kalo

Contoh : 2. Pada PAM (Perusahaan Air Minum) sebagai bahan dasar air kali.

Pada proses awal air kali disaring dengan filter bed, yaitu penyaring terbuat dari lapisan batu pasir merupakan yang paling atas, batu kerikil lapisan ditengah dan yang paling bawah batu besar, air hasil saringan diproses hingga menghasilkan air minum.

d. titran : zat/larutan yang berada pada buret pada proses titrasi, zat ini sudah diketahui konsentrasinya

e. analit : zat yang berada pada erlemeyer pada proses titrasi, zat ini berlum diketahui konsentrasinya

3. Nama kimia dan Rumus kimia

semua zat zat dan larutan yang pernah digunakan pada praktikum 1 sampai 3, zat zat tersebut bisa dilihat di prosedur percobaan masing2 praktikum.

4. Reaksi

Setiap pembuatan laporan tetap, selalu ada reaksi, pelajari reaksi tersebut dan belajar cara mereaksi kan suatu senyawa dengan senyawa lainya, misal

NaCl + NH4OH ----> NH4Cl + NaOH

5. Perhitungan

Pelajari perhitungan pengenceran :

rumus nya = M1.V1 = M2.V2

contoh soal: 3 ml HCl 4 M di encerkan dalam labu ukur 50 Ml, brp konsentrasi HCl setelah diencerkan?

jawab :

dik: M1 = 4M ; V1 = 3 ml; V2= 50ml(mengapa V2 50 ml?, karena labu ukur yang digunakan adalah 50 Ml , jika yg digunakan 100ml maka V2 adalah 100 Ml)

dit : M2...?

jwb : M1.V1 = M2.v2

4 M . 3 ml = M2 . 50 ml
M2 = 0,24 M

################################################################################

diatas adalah materi umum praktikum..


materi khusus mengenai Praktikum 1 2 dan 3 akan segera saya posting..

keep fight

Nb : materi yang saya tuliskan tidak mutlak kebenaranya, karena saya hanya lah manusia biasa seperti anda yg membaca ini

Lihat gambar alat kimia yang lengkap disini:





GUEST BLOG:
Penulis dibalik Artikel ini: Rahmat Wira Dafitra |
Hotnews.web.id | Blog Paper's


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari "L-E" di inbox anda:

Materi Analisa Aspirin dan Susu




Pada praktikum analisa aspirin dan susu, materi yang berkemungkinan masuk dalam MID semester Kimia dasar ialah


1. Sifat Sifat aspirin

- Bersifat analgesik : penghilang rasa sakit
- Bersifat antipiretik : penurun panas/demam
- asam
- mudah larut dalam ethanol

2. Aspirin Properties

Rumus kimia :C9H8O4
nama kimia : asam asetilsalisilat
IUPAC name : asam 2-asetilbenzoat

#####################################

Percobaan SuSu

1. reaksi biuret


Tujuan : mengetahui adanya ikatan peptide

Prosedur : protein + NaOH + CuSO4

Fungsi reagen

1. NaOH : mencegah endapan Cu(OH)2, memecah ikatan protein sehingga terbentuk urea, sbg katalisator
2. CuSO4 : donor Cu2+

Dasar reaksi : reaksi positif ditandai dengan terjadinya warna ungu karena adanya kompleks yang terjadi antara ikatan peptide dengan O dari
air. Reaksi ini disebut reaksi biuret karena positif terhadap biuret (kondensasi 2 molekul urea)

2CO(NH2)2 à CONH2 – NH --CONH2 (biuret) + NH3

CuSO4+ 2H2O à Cu(OH)2 + H2SO4

Cu(OH)2 + NH3 à warna ungu

Reaksi juga positif terhadap senyawa organic yang mempuyai gugus CO(NH2), SC(NH2), NHC(NH2), H2C(NH2)

Ikatan peptide panjang
à
ungu

Ikatan peptide pendek
à
pink


2. Xanthoprotein

Tujuan : menunjukkan adanya inti benzene (cincin fenil). Untuk identifikasi tyrosin,trptophan, fenilalanin

Prosedur : protein + HNO3 Pekat

reaksi positif : ditunjukkan adanya butir2 pada larutan susu, dan apabila di panaskan akan menjadi berwarna kuning

Inti benzena dapat ternitrasi oleh asam nitrat pekat menghasilkan turunan nitrobenzena. Fenilalanin, Tirosin, dan Triptofan yang mengandung inti benzena pada molekulnya juga mengalami reaksi dengan HNO3 pekat. Untuk perbandingan, dapat ditunjukkan oleh fenol yang bereaksi membentuk nitrobenzena. Hasil uji menunjukkan bahwa dari semua bahan, hanya kasein yang tidak mengandung asam amino yang mempunyai inti benzena pada molekulnya. Tetapi hal ini patut dipertanyakan, karena dari data-data yang diperoleh pada uji millon dan uji Hopkins cole, kasein mengandung tirosin dan triptofan. Salah satu alasan yang mungkin adalah karena kesalahan kerja praktikan dalam mengamati warna yang terbentuk selama reaksi.


3. reaksi koagulasi
pada praktikum yang telah dilakukan hanya pengamatan terhadap penggumpalan setelah di teteskan KOH, HCL dan aquadest

kesimpulan :

Protein dan asam amino memberikan reaksi yang bersifat khas, bukan hanya bagi gugus amino dan gugus karboksil bebas, tetapi juga bagi gugus R yang terkandung di dalamnya. Protein dapat bereaksi dengan pereaksi-pereaksi lain seperti juga asam amino yang menjadi penyusunnya. Protein dapat mengendap atau terdenaturasi oleh logam berat, garam-garam anorganik, rusaknya struktur tersier dan kwartener, serta karena berada pada titik isolistriknya.

kseimpulan :

aspirin : sifat, fungsi nya

Nb : materi yang saya tuliskan tidak mutlak kebenaranya, karena saya hanya lah manusia biasa seperti anda yg membaca ini

Related Post :


Lihat gambar alat kimia yang lengkap disini:






GUEST BLOG:
Penulis dibalik Artikel ini: Rahmat Wira Dafitra |
Hotnews.web.id | Blog Paper's


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari "L-E" di inbox anda:

Analisa Besi Secara Kolorimetri



Bagi Anda Anda yang duduk di tingkat pertama perkuliahan, maka beberapa jurusan memiliki praktikum mata kuliah kimia dasar, di UNSRI tempat saya menimba ilmu ada 6 judul praktikum kimia dasar, salah satunya adalah Analisa Besi Secara Kolorimetri.

analisa besi secara kolorimetri ini adalah analisa yang menggunakan perbedaan intensitas warna beberapa larutan pembanding dengan larutan yang akan di cari konsentrasinya.

berikut adalah prosedur percobaan yang dilakukan dalam melakukan percobaan ini :

1. siapkan alat alat dan bahan antara lain
- Beker Glass
- gelas ukur
- tabung nessler 7 buah
- pipet tetes
- labu ukur

-larutan yang di butuhkan : larutan cuplikan (biasa di sebut X1 dan X2) yang akan dicari konsentrasinya
-larutan standar Fecl3
-larutan KCNS
-laruran Aquadest

2. Lakukan lah pengenceran pada FeCl3
pengenceran dilakukan dengan memasukkan 1 ml FeCl3 kedalam labu ukur, dan masukkan aquadest hingga garis tanda(labu ukur 100ml)

3. buatlah secara seri larutan pembanding dalam 5 buah tabung nessler, sebelum nya beri label masing masing tabung, tabung 1(1 ml), tabung 2(2ml), seterusnya hingga tabung ke 5. masukkan larutan Standar yang telah di encerkan tadi kedalam tabung nessler sesuai dengan label masing masing.

4. tambahkan 5 ml KCNS kedalam tabung nessler, dan tambahkan aquadest hingga garis tanda ( tabung nessler 100ml)

5. tutup dengan parafilm, kocok kocok hingga homogen

6. diamkan 10 menit.

7. perlakukanlah larutan X1 dan X2 dengan perlakuan yang sama dengan larutan pembanding

8. bandingkan larutan X1 dan X2, dengan larutan pembanding

9 warna yang sama berarti memiliki konsentrasi yang sama.


Percobaan selessai


Kesimpulan :

analisa ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi suatu larutan dengan membandingkan dengan larutan lain yag sudah diketahui konsentrasinya , perbandingan nya ialah berdasarkan intensiras warna. larutan yang memiliki warna sama di anggap memiliki konsentrasi yg sama


kekurangan ; tidak tepat, karena di amati secara visual saja
kelebihan : cepat, dan bahan yang digunakan sedikit

Nb : materi yang saya tuliskan tidak mutlak kebenaranya, karena saya hanya lah manusia biasa seperti anda yg membaca ini

Related Post :
Lihat gambar alat kimia yang lengkap disini:







GUEST BLOG:
Penulis dibalik Artikel ini: Rahmat Wira Dafitra |
Hotnews.web.id | Blog Paper's

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari "L-e" di inbox anda:

MENULIS RUMUS STRUKTUR KIMIA ORGANIK

LaTeX selain berguna untuk membuat rumus matematika juga dapat membuat struktur ataupun rumus kimia yang rumit. Tulisan ini akan sedikit menjelaskan mengenai paket XyMTeX, Apa itu XyMTex ? XyMTex adalah paket yang berjalan di atas LaTeX yang berguna untuk menulis atau menggambar struktur / rumus kimia,. Jika anda telah berhasil menginstal LaTeX maka anda bisa memanggil XyMTeX dengan menambahkan baris \usepackage{xymtex} pada bagian preambule, namun apabila tidak terdapat paket XyMTeX anda bisa mendownloadnya di alamat www.ctan.org
Logo Xymtex
XyMTeX ini di perkenalkan oleh Shinsaku Fujita pada tahun 1998. Penulis menggunakan MiKTeX Versi 2.4 dalam percobaan menulis rumus kimia dan didalamnya sudah terdapat paket XyMTeX.
Apabila paket ini sudah terinstall maka untuk menggunakannya digunakan perintah
\Perintah[option]{nama zat}
\Perintah[option]{nama atom}{nama zat}
sebagai contoh etil-sikloheksana di gambar dengan menggunakan perintah:
\cyclohexanev{1==CH$_2$CH$_3$}
Berikut aturan-aturan yang harus diperhatikan dalam penulisan rumus dengan paket XyMTeX
Tabel 1.
Dengan bentuk/deskripsi sebagai berikut:
Sedangkan simbol yang disediakan pada option adalah:
Tabel 2.
contoh-contoh lain
1. \cyclohexanev[A]{1==NO$_2$;2==CH$_3$}
2. \cyclohexanev[be]{1D==O;4Sb==CH$_3$O;4Sa==OCH$_3$;
2==NH–SO$_2$CH$_3$}
3. \cyclopentanev[a]{1==C$_2$H$_5$;2==H;3Sa==CH$_3$;
3Sb==H;5Sa==H;5Sb==(CH$_3$)$_2$CH}
4. \begin{center}
\cyclohexanev[]{%
1==\ryl(8==NH–SO$_{2}$){1==\bzdrh{6==(yl)}};
2==\ryl(5==NH–SO$_{2}$){4==\bzdrh{1==(yl)}};
3==\ryl(3==NH–SO$_{2}$){4==\bzdrh{1==(yl)}};%
4==\ryl(0==NH–SO$_{2}$){7==\bzdrh{2==(yl)}}}
\end{center}
masih banyak contoh lain yang bisa anda temukan di dalam dokumentasi XyMTeX. Selamat Mencoba

GUEST BLOG:
Penulis dibalik Artikel ini: Rahmat Wira Dafitra |
Hotnews.web.id | Blog Paper's

Alat kimia (Tanpa Gambar)

A. Peralatan Dasar

1). Gelas Kimia (beaker) : berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.

Fungsi :

· Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi

· Menampung zat kimia

· Memanaskan cairan

· Media pemanasan cairan



A. Peralatan Dasar

1). Gelas Kimia (beaker) : berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC. Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L.

Fungsi :

· Untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi

· Menampung zat kimia

· Memanaskan cairan

· Media pemanasan cairan

2). Labu Erlenmeyer : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.

Fungsi :

o Untuk menyimpan dan memanaskan larutan

o Menampung filtrat hasil penyaringan

o Menampung titran (larutan yang dititrasi) pada proses titrasi

3). Gelas ukur : berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L.

Fungsi :

Untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu

4). Pipet : alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun takaran bebas. Jenisnya :

a) Pipet seukuran : digunakan untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara tepat, bagian tengahnya menggelembung.

b) Pipet berukuran : berupa pipa kurus dengan skala di sepanjang dindingnya. Berguna untuk mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu secara tepat.

c) Pipet tetes : berupa pipa kecil terbuat dari plastik atau kaca dengan ujung bawahnya meruncing serta ujung atasnya ditutupi karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.

5). Buret : berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL.

Fungsi :

Untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi.

6). Tabung reaksi : berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.

Fungsi :

v Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia

v Untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil

7). Kaca arloji : terbuat dari kaca bening, terdiri dari berbagai ukuran diameter.

Fungsi :

§ Sebagai penutup gelas kimia saat memanaskan sampel

§ Tempat saat menimbang bahan kimia

§ Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator

8). Corong : terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.

Fungsi :

Untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi.

9). Cawan : terbuat dari porselen dan biasa digunakan untuk menguapkan larutan.

10). Mortar dan pestle : terbuat dari porselen, kaca atau batu granit yang dapat digunakan untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan kimia.

11). Spatula : berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari stainless steel atau alumunium.

Fungsi :

Ø Untuk mengambil bahan kimia yang berbentuk padatan

Ø Dipakai untuk mengaduk larutan

12). Batang pengaduk : terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia.

13). Kawat kasa : kawat yang dilapisi dengan asbes, digunakan sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari suatu pembakar.

14). Kaki tiga : besi yang menyangga ring dan digunakan untuk menahan kawat kasa dalam pemanasan.

15). Burner / pembakar spiritus : digunakan untuk memanaskan bahan kimia.

16). Bola hisap : digunakan untuk membantu proses pengambilan cairan. Terbuat dari karet yang disertai dengan tanda untuk menyedot cairan (suction), mengambil udara (aspirate) dan mengosongkan (empty).

17). Neraca analisis : digunakan untuk menimbang padatan kimia.

B. Peralatan Pendukung

1). Labu ukur : berupa labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL hingga 2 L.

Fungsi :

Untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.

Cara menggunakan :

Mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.

2). Labu bundar : berupa labu dengan leher yang panjang, alasnya ada yang bundar, ada yang rata. Terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 oC.Ukurannya mulai dari 250 mL sampai 2000 mL.

Fungsi :

Untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.

3). Corong Buchner : berupa corong yang bagian dasarnya berpori dan berdiameter besar. Terbuat dari porselen, plastik atau kaca. Berguna untuk menyaring sampel agar lebih cepat kering. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring yang diameternya sama dengan diameter corong.

4). Erlenmeyer Buchner : berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin mengecil, ada lubang kecil yang dapat dihubungkan dengan selang ke pompa vakum. Terbuat dari kaca tebal yang dapat menahan tekanan sampai 5 atm. Ukurannya mulai dari 100 mL hingga 2 L. Dipakai untuk menampung cairan hasil filtrasi.

Cara menggunakannya :

Diawali dengan memasang corong Buchner di leher labu, pasang selang yang tersambung ke pompa vakum pada bagian yang menonjol.

5). Corong pisah : berupa corong yang bagian atasnya bulat dengan lubang pengisi terletak di sebelah atas, bagian bawahnya berkatup. Terbuat dari kaca.

Fungsi :

Untuk memisahkan campuran larutan yang memiliki kelarutan yang berbeda. Biasanya digunakan dalam proses ekstraksi.

Cara menggunakannya :

campuran yang akan dipisahkan dimasukkan lewat lubang atas, katup dalam keadaan tertutup. Pegang tutup bagian atas, corong dipegang dengan tangan kanan dan kiri dalam posisi horisontal, kocok agar ekstraksi berlangsung dengan baik. Buka tutup bagian atas, keluarkan larutan bagian bawah melalui katup secara pelan. Tutup kembali katup jika larutan lapisan bawah sudah keluar.

6). Desikator : berupa panci bersusun dua yang bagian bawahnya diisi bahan pengering, dengan penutup yang sulit dilepas dalam keadaan dingin karena dilapisi vaseline. Ada 2 macam desikator : desikator biasa dan vakum. Desikator vakum pada bagian tutupnya ada katup yang bisa dibuka tutup, yang dihubungkan dengan selang ke pompa. Bahan pengering yang biasa digunakan adalah silika gel.

Fungsi :

§ Tempat menyimpan sampel yang harus bebas air

§ Mengeringkan padatan

Cara menggunakannya :

o Dengan membuka tutup desikator dengan menggesernya ke samping.

o Letakkan sampel dan tutup kembali dengan cara yang sama.

Keterangan :

Silika gel yang masih bisa menyerap uap air berwarna biru; jika silika gel sudah berubah menjadi merah muda maka perlu dipanaskan dalam oven bersuhu 105 oC sampai warnanya kembali biru.

7). Cawan petri : berbentuk seperti gelas kimia yang berdinding sangat rendah. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas. Berfungsi sebagai wadah menimbang dan menyimpan bahan kimia, mikrobiologi.

8). Botol semprot : berupa botol tinggi bertutup yang terbuat dari plastik. Berfungsi sebagai tempat menyimpan aquades. Cara menggunakannya dengan menekan badan botol sampai airnya keluar.

9). Krusibel : berupa mangkok kecil yang dilengkapi tutup dan terbuat dari porselen tahan panas, alumina. Dipakai sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia. Pada saat krus masih dalam keadaan panas, jangan langsung dikenai air. Perubahan suhu mendadak menyebabkan krus pecah.

10). Kaki tiga krus : terbuat dari porselen dan berfungsi untuk menaruh krusibel saat akan dipanaskan langsung di atas api.

11). Statif : terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret, corong, corong pisah dan peralatan gelas lainnya pada saat digunakan.

12). Klem manice : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk memegang peralatan gelas yang dipakai pada proses destilasi. Bagian belakangnya dihubungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.

13). Klem bosshead : terbuat dari besi atau alumunium yang berfungsi untuk menghubungkan statif dengan klem manice atau pemegang corong.

14). Klem buret : terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret yang digunakan untuk titrasi.

15). Pemegang corong : terbuat dari besi atau baja untuk memegang corong atau corong pisah yang dipakai pada proses penyaringan atau pemisahan. Bagian belakang disambungkan dengan statif menggunakan klem bosshead.

16). Tang krusibel : terbuat dari besi atau baja untuk mengambil dan membawa krusibel.

17). Stirrer magnetic : magnet yang digunakan untuk mengaduk larutan.

18). Sentrifuge : berfungsi untuk mengendapkan dan memisahkan padatan dari larutan.

19). Chromatography chamber : terbuat dari kaca yang digunakan dalam proses kromatografi kertas.

20). Spectronic 20 : digunakan untuk mengukur absorbansi larutan berwarna dalam proses spektrofotometri.

C. Teknik Dasar di Laboratorium

1. Cara memanaskan cairan

Harus memperhatikan kemungkinan terjadinya bumping (meloncatnya cairan akibat peningkatan suhu drastis). Cara mencegahnya dengan menambahkan batu didih ke dalam gelas kimia.

a. Pemanasan cairan dalam tabung reaksi

o Jangan sampai mengarahkan mulut tabung reaksi kepada praktikan baik diri sendiri maupun orang lain

o Jepit tabung reaksi pada bagian dekat dengan mulut tabung

o Posisi tabung ketika memanaskan cairan agak miring, aduk dan sesekali dikocok

o Pengocokan terus dilakukan sesaat setelah pemanasan

b. Pemanasan cairan dalam gelas kimia dan labu Erlenmeyer

Bagian bawah dapat kontak langsung dengan api sambil cairannya digoyangkan perlahan, sesekali diangkat bila mendidih.

2. Cara membaca volume pada gelas ukur

Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.

3. Cara menggunakan buret

Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :

Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas. Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata. Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran. Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.

4. Cara menggunakan neraca analitis

· Nolkan terlebih dulu neraca tersebut

· Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan

· Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca

· Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut

5. Cara menghirup bau zat

Ingat : Jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung!

Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung

alat kimia

berikut ialah gambar dan fungsi alat alat kimia
Alat dan Bahan (minimal) yang harus ada di Lab. Kimia

Lihat gambar alat kimia yang lebih lengkap disini:





KGS.01
Beker gelas 1000 ml
Bahan: gelas borosilikat. Volume : 1000 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.
Kegunaan
Tempat untuk percobaan, proses difusi osmosis
KGS.01
KGS.02
Batang pengaduk
Batang gelas, dengan ujung bulat dan ujung yang lain pipih. Panjang 15 cm.
Kegunaan
Pengocok larutan
KGS.02
KGS.03
Beker gelas 100 ml
Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Berskala teratur dan permanen warna putih, tingkatan untuk percobaan siswa.
Kegunaan
Tempat membuat larutan
KGS.03
KU.01
Boshead
Dua pasang tempat jepitan, 2 pasang jepitan yang saling menyilang siku-siku.
Kegunaan
Penjepit klem universal
KU.01
KGS.04
Erlenmeyer 100 ml
Bahan: gelas borosilikat. Volume : 100 ml. Tingkatan untuk percobaan siswa.Mulut sempit.
Kegunaan
Tempat membuat larutan
KGS.04
KC.01
Gambar beberapa bentuk unsur, molekul, dan senyawa
Molekul air, molekul gula, molekul garam, molekul oksigen, molekul karbohidrat. Ukuran 70 x 100 cm.
Kegunaan
Mengenali molekul gula, garam, oksigen, karbohidrat atau zat-zat yang ada di sekitar kehidupan kita.
KC.01
KC.02
Gambar dinding Kemasan Pemutih, Pewarna, Pewangi, dan Pembasmi
Gambar dinding yang memuat berbagai macam kemasan yang mengandung bahan pemutih, pewangi, pewarna, dan pembasmi. Ukuran 70 x 100 cm.
Kegunaan
Mengenali zat-zat yang terkandung dalam kemasan bahan/barang/ sehari-hari yang bersifat berguna dan tak berguna bagi kesehatan.
KC.02
KC.03
Gambar dinding sistem periodik unsur
Memuat 114 nama unsur, tiap unsur diberi keterangan mengenai nomor massa , nomor atom, . Ukuran (80 x 120) cm.
Kegunaan
Untuk mengenali beberapa unsur yang sudah ditemukan terdapat di alam dan yang belum terdapat di alam.
KC.03
KC.04
Gambar dinding zat psikotropika
Gambar dinding yang memuat gambar beberapa kemasan yang menggunakan zat aditif dan gambar/simbol zat psikotropika.
Kegunaan
Mengenali beberapa zat/makanan yang mengandung bahan aditif dan psikotropika.
KC.04
KGS.05
Gelas ukur 100 ml
Gelas dengan penutup. Dasar bundar, Tingkatan: untuk siswa. Kapasitas: 100 ml.
Kegunaan
Untuk mengukur volume larutan
KGS.05
 
KU.02
Kaki tiga
Satu ring diamater 80 mm dengan tiga kaki panjang 8 cm. Diameter luar : 8 mm.
Kegunaan
Untuk penyangga pembakar spirtus
KU.02

GUEST BLOG:
Penulis dibalik Artikel ini: Rahmat Wira Dafitra |
Hotnews.web.id | Blog Paper's